Terhitung 22 orang yang terdiri dari 8 guru dan 14 Pelajar di Kalimantan Barat ( Kalbar) dinyatakan Corona Reaktif atau Covid-19. Berdasarkan keadaan tersebut, kemungkinan rencana pelaksanaan belajar mengajar secara tatap muka dipastikan ditunda kembali. "Saya mohon maaf untuk menunda dulu sekolah tatap muka sampai dipastikan tak ada guru dan murid yang positif," ujar Gubernur Kalbar Sutarmidji di laman Facebook Senin (10/8/2020).

Sutarmidji melanjutkan, ia telah menugaskan Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan di kabupaten dan kota untuk terus melakukan tes Swab kepada masyarakat.

"Saya minta daerah terus lakukan swab agar bisa dipetakan kawasan yang perlu waspada,"

ujar Sutarmidji. Diberitakan, Dinas Kesehatan Kalimantan Barat telah melaksanakan pemeriksaan swab terhadap guru dan rapid test terhadap pelajar di sebagian sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kalbar. Pemeriksaan itu menyasar sekolah-sekolah yang berada di ibu kota kabupaten dan kota di Kalbar.

"Sejauh ini, ada 604 orang guru dan petugas sekolah yang diperiksa swab dan ada 495 pelajar yang diperiksa rapid test,"  Kata Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson kepada wartawan, Senin (10/8/2020).

Dari hasil pemeriksaan tersebut, terdapat 8 orang guru atau 1,5 persen dan 14 pelajar atau 2,8 persen yang dinyatakan positif Covid-19.

"Untuk murid dan guru positif ini, langsung kita isolasi. Di Kota Pontianak kita isolasi di rusunawa, sementara kabupaten lain juga begitu," ujar Harisson.

Harisson menyebut, sebaran guru dan positif Covid-19 masing-masing berada di SMPN 1 Pontianak ada tiga orang guru, SMAN 2 Pontianak dua orang guru; SMAN 3 Pontianak ada dua guru dan satu pelajar. Sementara, di SMAN 1 Ketapang ada enam orang murid, SMPN 1 Ketapang dua orang murid, SMPN 1 Sambas ada tiga murid, kemudian SMAN 1 Ngabang, Landak ada satu guru dan dua muridnya "Ini hasil pemeriksaan sementara. Kami akan terus lakukan pemeriksaan," tegas Harisson.